Follow Us

ANDA BOLEH BERKONGSI APA SAJA YANG ADA DIDALAM BLOG INI TANPA BATASAN DAN TANPA MEMINTA KEBENARAN DARI TUAN TANAH. KUNJUNGAN ANDA AMAT DIHARGAI. SILA DATANG LAGI...
Aku dilahirkan bukan untuk mempelajari atau menulis, bukan jua untuk memahami atau mendalami, bukan sekadar menerima atau memberi.Tetapi mempelajari, menulis, memahami, mendalami, menerima, memberi juga segala perilaku diri adalah untukku beribadah
save palestian
Milford Sound in New Zealand

Kesucian Hati Berbalas Syurga


Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di masjid dikelilingi para sahabat. Beliau tengah mengajarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Tiba-tiba Rasulullah berhenti sejenak dan berkata,”Akan hadir diantara kalian seorang calon pe
nghuni surga”. Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini?. Dengan berdebar-debar mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu.


Tak berapa lama kemudian, seorang lelaki  memasuki masjid. Para sahabat hairan, inikah orang yang dimaksud Rasulullah? Dia tak lebih dari seorang laki-laki dari kaum kebanyakan. Dia tidak termasuk di antara sahabat utama. Dia juga bukan dari golongan tokoh Quraisy. Bahkan, tak banyak yang mengenalnya. Pun, sejauh ini tak terdengar keistimewaan dia.

Ternyata, kejadian ini berulang sampai tiga kali pada hari-hari selanjutnya. Tiap kali Rasulullah berkata akan hadir di antara kalian seorang calon penghuni syurga, laki-laki tersebutlah yang kemudian muncul.

Maka para sahabat pun menjadi yakin, bahwa memang dialah lelaki itulah yang dimaksud Rasulullah. Mereka juga menjadi semakin kebinggunang, amalan istimewa apakah yang dimiliki laki-laki ini hingga Rasulullah mengatakannya sebagai calon penghuni syurga?

Akhirnya, para sahabat pun sepakat mengutus salah seorang di antara mereka untuk mengamati kehidupan seharian laki-laki ini. Maka pada suatu hari, sahabat yang diutus ini menyatakan keinginannya untuk bermalam di rumah laki-laki tersebut. Si laki-laki calon penghuni syurga mempersilakannya.

Selama tinggal di rumah laki-laki tersebut, si sahabat terus-menerus mengikuti kegiatan si laki-laki calon penghuni surga. Saat si laki-laki makan, si sahabat ikut makan. Saat si laki-laki mengerjakan pekerjaan rumah, si sahabat menunggui. Tapi ternyata seluruh kegiatannya biasa saja. “Oh, mungkin ibadah malam harinya sangat bagus,” fikirnya. Tapi ketika malam tiba, si laki-laki pun bersikap biasa saja. Dia mengerjakan ibadah wajib sebagaimana biasa. Dia membaca Al-Qur’an dan mengerjakan ibadah sunat, namun tak banyak. Ketika tiba waktunya tidur, dia pun tidur dan baru bangun ketika azan subuh berkumandang.

Sungguh, si sahabat hairan, kerana ia tak jua menemukan sesuatu yang istimewa dari laki-laki ini. Tiga malam sang sahabat bersama sang calon penghuni syurga, tetapi semua tetap berlangsung biasa.

Akhirnya, sahabat itu pun pun berterus terang akan maksudnya bermalam. Dia bercerita tentang pernyataan Rasulullah. Kemudian dia bertanya, “Wahai kawan, sesungguhnya amalan istimewa apakah yang kau lakukan sehingga kau disebut salah satu calon penghuni syurga oleh Rasulullah? Tolong beritahu aku agar aku dapat mencontohmu”.

Si laki-laki menjawab, “Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang boleh kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan kubuang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah mengatakan  sedemikian.”

Mendengar penjelasan itu, wajah sang sahabat menjadi berseri-seri. “Terima kasih kawan atas hikmah yang kau berikan. Aku akan memberitahu para sahabat mengenai hal ini”. Sang sahabat pun pulang dengan membawa pelajaran berharga.

Share/Bookmark

0 comments:

Post-Post Menarik

2leep.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Created by myxxppxx

Popular Posts

..